Pemasaran berjenjang (bahasa inggris : Multi Level Marketing; MLM), multi berarti banyak, level adalah tingkatan (karier)/ jenjang, marketing adalah pemasaran. Jadi multi level marketing adalah sebuah strategi bisnis merekruk banyak orang (multi) untuk melakukan penjualan, dan memiliki jenjang/ tingkat karier yang banyak.
Atau simpelnya MLM adalah strategi pemasaran dimana tenaga penjual / penyalur / seles / distributor tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain yang mereka rekrut. Tenaga penjual yang direkrut tersebut dikenal dengan anggota "downline". Istilah lain yang digunakan untuk MLM adalah penjualan piramida, pemasaran jaringan, dan pemasaran berantai.Kebanyakan mereka yang menggeluti bisnis MLM adalah masyarakat yang menginginkan penghasilan tambahan dari pekerjaan utama mereka.
Pada umumnya, tenaga penjual menjual produk perusahaan secara langsung kepada konsumen yang merupakan orang terdekat atau melalui pemasaran dari mulut-ke-mulut. Beberapa pihak menggunakan istilah penjualan langsung sebagai sinonim untuk MLM, meskipun pada kenyataannya MLM hanyalah salah satu bentuk dari penjualan langsung.
Contoh perusahaan MLM di Indonesia yang sekarang sedang berkembang adalah PT. K-Link Indonesia, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang kesehatan dengan produknya berbagai suplemen herbal. Dengan mengambil manfaat alam, yang kemudian diproses secara alami dan modern.
Ingin menjadi member k-link, klik disini!
Asal usul pemasaran berjenjang masih diperdebatkan. Namun bisnis MLM diyakini telah ada sejak tahun 1920-an, tahun 1930-an ketika Nutrilite atau California Perfume Company menjual “Avon Products”, 1940-an dengan California Vitamin Company, 1960-an, dan bahkan pada akhir 1970-an model pemasaran MLM cukup populer di Amerika Serikat.
Pemasaran berjenjang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi.
Promotor (upline) adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor. Akan tetapi, pada beberapa sistem tertentu, jenjang keanggotaan ini bisa berubah-ubah sesuai dengan syarat pembayaran atau pembelian tertentu.
Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan bagian komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan.









.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar